Menelusuri Inspirasi di Galery Hang Nadim : Pameran "Epic"
Galeri Hang Nadim di Pekanbaru menyajikan pameran bertema "Epic" yang menarik perhatian. Begitu memasuki galeri, suasana tenang dan aroma cat serta kanvas menyambut kedatangan pengunjung, menciptakan atmosfer yang memikat. 28/9/24
Langkah pertama mengarah ke sudut galeri di mana karya Alza Adrizon, berjudul "Terawang," terpajang. Karya ini mengeksplorasi dualitas, menghubungkan hal-hal yang berlawanan—organik dan geometris, keras dan lembut. Tekstur dan pola kompleks dalam lukisan menciptakan ilusi cairan yang memberi dimensi, seolah-olah terjebak dalam pergerakan dinamis.
Dalam sesi artis talk, Alza menjelaskan bahwa karyanya mencerminkan kehidupan modern yang semu, di mana manusia hidup di dua dunia: dunia nyata dan dunia maya. Warna neon yang menyala di latar belakang menciptakan ruang ilusi, merefleksikan kegelisahan yang sering dirasakan di era digital. Penjelasan ini mengajak pengunjung merenungkan bagaimana seni dapat mencerminkan kondisi sosial dan psikologis.
Setelah mengagumi "Terawang," perhatian beralih ke karya Taufik Ermas, berjudul “Hollow Scape, Portrait Series #2.” Lukisan berukuran besar ini tidak sekadar gambar; kanvas yang dimodifikasi dengan bolongan menciptakan rongga dan dimensi baru. Setiap bolongan, ditopang oleh struktur unik, mengundang interaksi antara karya dan ruang sekitarnya.
Identitas gadis dalam lukisan sengaja dikaburkan, memberikan ruang bagi penonton untuk mengakses ingatan kolektif. Taufik mengajak pengunjung merenungkan makna kehadiran dan hakikat diri, serta mengeksplorasi kebijaksanaan yang bersifat subtil.
Pengalaman di Galeri Hang Nadim bukan hanya tentang melihat seni, melainkan juga perjalanan eksplorasi jiwa. Pulang dengan hati penuh inspirasi dan rasa ingin tahu yang mendalam untuk kembali menjelajahi lebih banyak keajaiban seni di galeri ini.
Posting Komentar untuk "Menelusuri Inspirasi di Galery Hang Nadim : Pameran "Epic" "
Posting Komentar